Raihan Kalla

Al Harkan's Blog

Cerita dari Kepulauan Sula (1) – Ke Sula

Masih 3 minggu yang lalu saya mendarat di kota elok yang dulunya adalah ibukota Nusantara, sebelum pindah ke Batavia. Lalu menumpang kapal selama 14 jam, setengah hari semalam, ke daerah dengan sinyal padam. Setibanya di kabupaten tujuan, kami melanjutkan perjalanan hingga 6 hari ke depan, mengunjungi sekolah-sekolah di bagian pulau tepian. Bertemu pantai terindah dan menahan terik yang membuat tak betah, menghabiskan waktu di tengah laut sampai sinar matahari surut, menyeberangi selat berbahaya yang konon bak segitiga bermuda, bertemu para penggerak yang berbagi cerita bijak, dan merasakan keramahan lokal di balik jalan-jalan terjal. (more…)

Minggu

Minggu pagi-pagi (27/08) saya sudah berangkat menuju Bogor sambil menenteng longboard yang saya bawa dari kantor Senbaw. Sebagian latar langit masih oranye ketika saya menuju stasiun, dengan matahari mulai naik dari balik gedung-gedung tinggi di daerah Kuningan. Satu lagi kebahagiaan yang agaknya tak terlalu mahal: jalanan Jakarta yang tidak macet, dan kereta yang tidak terlalu padat. (more…)

100 Hari Bersama Indonesia Mengajar – Bagian 1 [Intro]

Saya sedang dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan satu semester lagi di Jakarta. Menyempatkan diri untuk singgah di kota Madiun dan berpindah ke kereta eksekutif, membuat saya punya keleluasaan untuk membuka komputer dan mengetik ini. Gerbong sepi, lansekap sawah sepanjang jalan pun tak terlihat bertepi.

 

Dada saya sesak, karena perasaan campur aduk antara ingin segera pulang dan tak rela meninggalkan pengalaman di belakang. Perasaan aneh ini adalah seperti ini ketika SMP, setelah jambore berhari-hari, menemukan teman baru berkali-kali, semakin akrab dari hari ke hari, lalu acara selesai, tiba-tiba saja pergi dan tak bertemu kembali. (more…)

Catatan Pendakian

Gunung Arjuno. 12-14 Januari 2015.

3339 meter di atas permukaan air laut.

Dari sudut lembah hingga di atas awan.

Dikelilingi pemandangan indah luar biasa. (more…)

18 Sentimeter – #2 (Tamat)

Sentimeter pertama. Gambar pertama.

 

Aku mengenal gambar ini! Aku bahkan kenal betul dengan obyek nyata dari gambar ini! Komposisi warna alam: hijau, oranye, gelap, cokelat, biru. Pematang sawah sore hari dengan anak-anak bermain layang-layang! Memang seharusnya ini adalah gambar pertama, dengan sentimeter pertama pensilku waktu itu, karena ia sendiri yang meraut ujung utuhnya, kemudian menggambar dengan penuh semangat setelah sebelumnya menjadi anak yang super sungkan menggangguku untuk sekedar meminjam pensil. (more…)

18 Sentimeter

Temanku bilang, langit itu hidup.

Satu-satunya alasan kenapa ia berkata begitu,

adalah karena ia tidak melihat satu pun tanda,

bahwa langit itu sesuatu yang mati. (more…)

Terima Kasih

“Menulis itu menyenangkan sekali!”

 

Pagi itu hari Rabu. Aku ingat karena waktu itu aku memakai seragam putih biru di kali pertama minggu itu. Atas kemeja putih lengan pendek, dengan dasi menyilang di dada, dan celana biru pendek selutut. (more…)

Tulisan Ilma

Namanya Ilma. Ia adik pertama dan satu-satunya dari kakaknya, yang juga adalah putri dari istri adiknya suaminya ibu kakakku! Itu artinya, Ilma itu sepupuku anaknya pamanku! Hehe

 

Sekarang ia tinggal di Riau. Waktu liburan SMA, aku menghabiskan 3 minggu di rumahnya. Saat itu, seingatku ia masih kelas 1 SMP. Itulah kali pertama aku mulai mengenal satu-satunya sepupu dekatku itu. Cerita tentang ini ada sendiri, tetapi bukan itu yang ingin kubagi. (more…)