Fenomena (perasaan) salah masuk jurusan adalah hal yang banyak ditemui di sekolah-sekolah dan kampus di banyak tempat. Ketika seseorang merasa bahwa jurusan di mana belajar ia sekarang adalah tempat yang tak cocok untuk memenuhi passion dan bakatnya, banyak hal meresahkan terjadi. Dari mulai sekadar menggerutu dan mengutuki lingkungan, lalu mengabaikan proses dan tugas-tugas kuliah, kehidupan sosial terbengkalai karena merasa berada di lingkungan pergaulan yang keliru, sampai pada akhirnya keluar dan mengulang belajar adalah pilihan yang diambil. Sebuah pemborosan waktu, tenaga dan biaya, yang jika tak benar-benar matang diperhitungkan bisa justru merugikan.

 

Buat kamu yang sedang merasakan kegelisahan yang sama pada jurusan yang kamu tempati sekarang, berikut ini adalah 12 pesan pengingat untuk mengajak kalian merenung kembali..

 

  1. Satu: Kamu Tidak Keliru

“Apa pilihan jurusan yang tepat buatku?” bukanlah pertanyaan yang memiliki kunci jawaban pasti seperti ulangan Matematika. Bahkan orang tua, sahabat atau guru konseling kalian bisa jadi tak tahu persis apa potensi dan minat terbesar kalian untuk dikembangkan menjadi sebuah karir. Hanya kalian sendiri yang bisa memahami apa potensi terbesar dalam diri kalian, dan mencari ‘panggilan jiwa’ untuk belajar dan mengembangkannya menjadi sebuah karir yang sukses.

 

Sebuah pilihan memang bisa jadi berubah. Semakin bijak seseorang maka semakin banyak pertimbangan yang ia hitung, maka pilihan pun bisa jadi berubah. Masih ingatkah kita, bahwa ketika kita masih kecil, pilihan yang kita ambil ketika kita disakiti oleh seseorang adalah langsung membalas perbuatan tersebut, tetapi semakin kita dewasa, sekarang kita tahu bahwa pilihan itu tak selamanya baik.

 

Begitu juga sebuah pilihan jurusan. Mungkin kita memiliki tambahan pertimbangan, ketika kita berjalan dan belajar selama ini. Tapi bukan berarti pilihan kalian di waktu sebelumnya keliru. Kalian hanya memiliki pilihan yang lebih baik, pertimbangan yang lebih matang, dan pribadi yang lebih dewasa.

 

  1. Kamu Tetap Bisa Belajar Apapun yang Kamu Mau di Jurusanmu Sekarang

Pertama kali yang dirasakan seseorang yang merasa bahwa ia sedang berada di tempat yang salah adalah ingin pergi dari tempat itu, dan mengutuki bahwa tempat itu tak bisa memberi apa yang ia harapkan. Itu tak selamanya benar. Karena waktu yang kita miliki tak semuanya habis di jurusan kita sekarang, dan kita tetap bisa belajar hal lain sesuai dengan panggilan hati dan lingkungan kita.

 

Tujuan kita belajar di sekolah ini adalah untuk mencapai sesuai, mengetahui sesuatu, dan pada akhirnya bisa berbuat sesuatu untuk kebaikan lingkungan kita. Penulis memiliki teman yang kuliah di jurusan teknik sipil, tetapi di semester ke-4 ia menyadari bahwa panggilan hatinya adalah menjadi seorang jurnalis. Pilihan yang ia ambil bukanlah pindah jurusan ke komunikasi, tetapi ia mengarahkan aktivitas di luar kelasnya untuk aktif di klub jurnalistik dan mengikuti kegiatan-kegiatan serupa. Apa yang ia dapatkan berikutnya? Sekarang ia menjadi seorang jurnalis di salah satu media nasional.

 

  1. Orang Sukses Tak Mengabaikan Komitmen yang Telah Ia Buat

Baik/tidaknya sebuah pilihan ditentukan dari komitmen kita terhadap pilihan itu. Jika saja orang tua kita tak saling berkomitmen, tentu kita tak bisa belajar dan terdidik sejauh ini. Jika saja sahabat kita tak berkomitmen, tentu kita akan celaka berada di sekitar mereka. Jika saya pengusaha tak saling berkomitmen, tentu kerja sama bisnis yang mereka susun tak akan berhasil.

 

Kita berada di tempat sekarang ini adalah hasil dari sebuah pilihan. Orang-orang di sekeliling kita bekerja dan belajar. Satu-satunya jalan untuk berhasil adalah berkomitmen dan maju terus.

 

  1. Tak Ada Jurusan yang Tak Penting, Kita Tetap Bisa Belajar Banyak di Jurusan Ini

Berhenti mengutuki jurusanmu yang sekarang!

 

Setiap jurusan memiliki tempat untuk berperan di lingkungan. Negeri ini terus berbenah diri dan mengejar ketertinggalan dari bangsa-bangsa lain. Setiap lulusan dari semua jurusan memiliki tempat untuk berperan dalam usaha bahu membahu membangun negeri ini.

 

Apapun yang kamu pelajari dari jurusanmu sekarang adalah adalah hasil dari upaya keras ahli pendidikan untuk merumuskan kurikulum dan menyajikan sesuatu yang bermanfaat untuk kalian pelajari. Jadi, jangan sia-siakan semua pelajaran berharga di sini.

 

  1. Memiliki Pengalaman Keliru adalah Pelajaran Terbesar dalam Hidup Kita

Pengalaman adalah guru yang paling baik. Tak ada yang mampu menggurui kita lebih baik daripada kita sendiri yang belajar dari temuan-temuan sepanjang perjalanan hidup kita. Pernah punya pengalaman kecelakaan dengan sepeda motor? Kalau saja kita tak pernah mengalami kesalahan itu, kita tak akan bisa sehati-hati seperti sekarang ini dalam berkendara.

 

Bagian terbaik dari memiliki pengalaman salah adalah, tak ada orang lain yang mendapatkan pelajaran se-membekas dan se-berharga pengalaman yang kita punya.

 

Tiap kekeliruan yang kita alami adalah bagian dari batu bata yang membangun wawasan dan kebijaksanaan kita dalam mengambil keputusan.

 

Lebih baik keliru ketika muda dan tak membawa banyak dampak, daripada keliru ketika menjadi pemimpin dan kesalahan kita berdampak pada banyak orang.

 

  1. Sementara Kalian Menggerutu, di Luar Sana Banyak Anak Malang yang Tak Mampu

Jika kalian masih mengutuki keadaan dan menyalahkan lingkungan, berhenti sekarang juga! Tepat ketika kalian menggerutu, di luar sana masih banyak jutaan anak yang putus sekolah yang bahkan tak mampu merasakan bagaimana hebatnya pengalaman belajar di bangku sekolah dan kuliah. Keadaan kalian di sini jauh lebih baik daripada mereka yang sama sekali tak sempat merasakannya. Bersyukurlah!

 

  1. Pindah Jurusan Tak Memberi Jaminan Kalian Akan Bahagia dan Berhasil

Berhenti dan pindah adalah pilihan terakhir. Ada pepatah “rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau” memang berlaku di mana-mana. Tapi pada kenyataannya, tak ada jaminan yang membuat kita pasti dapat meraih lebih dari apa yang sudah kita raih sekarang. Cari kembali apa yang membuat kalian ‘tak betah’ di sini, lalu cari tahu apakah itu benar-benar disebabkan oleh ketidakcocokan jurusan ataukah hanya hal lain.

 

Pindah jurusan akan memakan banyak tenaga, waktu, dan biaya. Pikirkan ulang dan matang-matang sebelum kalian memutuskan untuk mengambil pilihan ini.

 

  1. Perhatikan Lagi, Apakah Ini Benar-Benar Kekeliruan atau Perasaan Sementara

Tanyakan lagi pada diri sendiri, apa yang membuat kalian tak betah berada di jurusan kalian yang sekarang? Apakah itu bukan karena sebab-sebab kecil lain yang sebenarnya tak ada hubungannya? Ada banyak kasus mahasiswa pindah jurusan, tetapi ketika sudah terlanjur pindah ternyata ia merasa lebih baik di jurusan sebelumnya, dan baru sadar bahwa yang mendorongnya pindah adalah sebab-sebab lain seperti lingkungan sosial yang kurang mendukung, dll.

 

  1. Banyak Kisah Orang yang Tetap Komit di Jurusan dan Sukses di Masa Depan

Keberhasilan kita di masa depan bukan ditentukan oleh jenis jurusan apa yang kita ambil semasa kita belajar di sekolah dan kuliah, tapi seberapa ahli kita belajar selama di sekolah kuliah itu. Tiap organisasi dan perusahaan yang membutuhkan kita menilai bukan pada jurusan apa yang kita ambil, tapi seberapa ahli kita untuk bekerja, serta kepribadian dan pola kerja kita.

 

Contoh terkenal di negeri ini adalah Chairul Tanjung. Meskipun panggilan hatinya adalah menjadi seorang pengusaha, dan terbukti kini ia sukses memimpin 3 korporasi besar keuangan, media dan properti; tetapi semasa kuliah ia tetap menamatkan pendidikannya pada jurusan Kedokteran Gigi di Universitas Indonesia.

 

  1. Kamu Berada di Sini adalah Bukti Bahwa Kamu telah Punya Pilihan

Kamu tak mungkin berada di jurusanmu yang sekarang ini tanpa ada proses penentuan pilihan sebelumnya. Lingkunganmu yang sekarang adalah bukti bahwa dulu kamu sudah punya pilihan, dan tentu saja, pertimbangan-pertimbangan. Jika sekarang kalian merasa ragu dan mempertanyakan kembali pilihan kalian, ingat-ingat dan renungkan kembali apa saja dulu pertimbangan kalian untuk tiba di tempat ini. Banyak hal yang kalian alami selama berada di tempat sekarang memang bisa jadi memengaruhi keputusan kalian, tapi cobalah untuk tetap mengingat tujuan awal kalian berada di tempat ini.

 

Cara untuk menyalakan kembali lilin yang mati adalah dengan kembali memberi api pada lilin itu.

 

  1. Kamu Sudah Berjalan Sejauh Ini

Ingatlah bahwa apa yang kamu dapatkan sekarang bukanlah hasil dari jerih payahmu seorang diri. Ada Tuhanmu yang dulu mengabulkan doamu, orang tua dan keluarga yang mendukungmu secara materi dan semangat, serta sahabat dan rekan-rekan seperjuanganmu. Jika ingat bahwa apa yang kamu terima sekarang adalah hasil dari banyak tangan, tentu kamu tak akan mengecewakan mereka. Pikirkan dan renungkan ulang jika sampai ada hal yang mengganjal dalam hatimu dalam proses belajar di sini.

 

  1. Yang Penting Adalah: Kita Belajar untuk Berbakti pada Agama, Bangsa dan Negara

Di luar semua pesan-pesan pengingat di atas, bagian terpenting dari tulisan ini adalah pengingat bahwa tujuan dari semua siswa yang berada di tiap jurusan yang berbeda adalah sama: untuk belajar dan berguna bagi agama, bangsa dan negara. Apapun pilihan yang kita ambil, semuanya akan sia-sia jika yang menjadi titik tolak kita hanya sebuah kebahagiaan dan rasa puas kita untuk berada di jurusan tertentu.

 

Daftar orang-orang teladan dalam sejarah kita diisi oleh mereka yang masa mudanya tak dihabiskan untuk menggerutu atas keadaan, tetapi mereka yang masa mudanya habis untuk belajar dan mengejar panggilan hati mereka, kemudian berbuat yang terbaik untuk lingkungannya.

 

___

Tulisan ini kali pertama diterbitkan pada laman WeSolved.org

 

*credit image: freecollegenow.org