Tulisan ini disarikan dari materi event Gerakan 1000 Startup Digital Indonesia Ignition 2 Surabaya, yang berlangsung pada 6 September 2016 di gedung pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya. Total terdapat 5 materi yang dibawakan oleh 10 panelis dan 4 moderator dengan latar belakang founder dan eksekutif dari beragam startup yang ada di Indonesia.

 

Sebagai peserta, secara keseluruhan materi yang dapat saya ambil dari seminar tersebut adalah pengetahuan dan wawasan mental bagi seseorang untuk mempersiapkan diri menginisiasi sebuah startup. Sebagai contoh, meskipun startup identik sebagai sebuah bisnis yang masih baru, merintis, dan proses berkembang, namun mindset seorang startup entrepreneur masih sangat relevan bagi kalangan dengan bisnis yang telah berkembang bahkan enterprise sekalipun. Hal ini dikarenakan sebuah startup mindset senantiasa berorientasi progresif dan mendorong adanya inovasi.

 

Terdapat 4 hal utama yang mencirikan seorang entrepreneur berjiwa startup, atau saya istilahkan sebagai startup-minded entrepreneur. Mereka adalah para penggagas yang berusaha untuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara inovatif.

 

  • Their Motives: Solving Problems

Bukan uang.

 

Sebuah startup didirikan sebagai pembawa solusi atas masalah yang ada di lingkungan. Uang bukan hal pertama yang dikejar, tetapi bagaimana gagasan solutif yang dimiliki dapat diwujudkan sebagai sebuah produk startup. Ketika uang menjadi motif utama, maka bisnis akan bergantung sepenuhnya pada permintaan pasar, sementara ketika permintaan pasar berkurang atau berubah maka bisnis tersebut akan mati begitu saja. Namun ketika startup dilandasi oleh motif memecahkan masalah, produk yang dihasilkan akan dinamis, menyesuaikan dengan masalah apa yang dihadapi oleh lingkungan, sehingga dapat terus berkembang seiring dengan perkembangan kebutuhan.

 

  • Their Journey: Story of Persistence

Semua startup yang sukses memiliki backstory bagaimana mereka berjuang, bahkan kegagalan-kegagalan yang tidak jarang dilalui.

Memang pastilah bukan hal yang mudah untuk merintis sesuatu yang baru, di mana mungkin belum ada komunitas atau sumber daya untuk men-support apa yang kita kerjakan. Tetapi itulah inti dari perjalanan mendirikan startup, bahwa selama kita yakin apa yang yang kita usahakan akan bermanfaat bagi banyak orang dan lingkungan, maka seorang startup-minded tidak akan menyerah. Kesamaan dari kisah-kisah para pendiri startup adalah adanya sikap gigih, persistensi.

 

  • Their Way of Thinking: Listen, Listen, Listen

 

Sejalan dengan poin pertama bahwa startup berorientasi untuk memecahkan masalah, cara terbaik untuk memperhatikan masalah dan menemukan solusinya adalah dengan mendengar. Seseorang yang startup-minded tidak akan berhenti dan berpuas diri bahwa gagasan yang ia miliki adalah yang terbaik, kemudian memaksakan gagasan tersebut untuk diwujudkan. Sebaliknya, mereka justru banyak mendengar. Dengan demikian mereka dapat memperoleh masukan-masukan dari orang-orang di lingkungan sekitar yang mengalami masalah tersebut secara langsung, atau bahkan solusi yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Masukan ini sangat berguna untuk mengembangkan solusi yang tengah dikembangkan.

 

  • Their Leadership: Collaboration creates Innovation

 

Seseorang dengan startup mindset selalu mengedepankan kolaborasi. Kolaborasi adalah kerjasama banyak pihak dengan satu tujuan, sehingga banyak pikiran kreatif terlibat. Hal inilah yang mendorong banyaknya inovasi dalam sebuah startup. Berbeda dengan pola manajemen perusahaan besar yang cenderung instruksional, sehingga mengurangi adanya feedback untuk melahirkan gagasan baru; sebuah startup senantiasa mendorong adanya kolaborasi untuk melahirkan inovasi.

So, are you startup-minded already?