Al Harkan

A Personal Blog

Why Do We Love

I said it once and I’ll say it again: it’s uneasy for me to talk about this subject, no matter at what emotional state I currently have, in love or heart broken. For me love is an abstract subject which once I dive into and try to write about it, it feels like I was suck into it and can’t resist to continue talking about. It’s like revealing our weakest point, willingly. But how could someone do something willingly if it opens the vulnerability of itself? Doesn’t our evolutionary process lead us to survive and develop the reflexes of defense mechanism, whatever forms it take? I don’t know. And the funny thing is, I am writing about this just after I had a break up from years of relationship. (more…)

Pertanyaan: Blockchain-Based Media, Memungkinkan?

Jika ada teknologi yang akan memiliki pengaruh sebesar internet dalam mengubah budaya masyarakat dalam dua dekade terakhir, itu adalah blockchain. Teknologi ini kini menjadi motor di balik distribusi mata uang digital (cryptocurrency) seperti Bitcoin dan beragam aset digital lainnya. Bahkan dalam perkembangan terakhir, pada bulan Mei Program Pangan Dunia (World Food Programme) PBB menggunakan Ethereum Blockchain untuk mendistribusikan 10.000 bantuan kepada para pengungsi Syiria, dilanjutkan dengan 100.000 bantuan berikutnya ke Yordania pada Agustus 2017.

 

Secara sederhana, blockchain adalah (more…)

Cerita dari Kepulauan Sula (1) – Ke Sula

Masih 3 minggu yang lalu saya mendarat di kota elok yang dulunya adalah ibukota Nusantara, sebelum pindah ke Batavia. Lalu menumpang kapal selama 14 jam, setengah hari semalam, ke daerah dengan sinyal padam. Setibanya di kabupaten tujuan, kami melanjutkan perjalanan hingga 6 hari ke depan, mengunjungi sekolah-sekolah di bagian pulau tepian. Bertemu pantai terindah dan menahan terik yang membuat tak betah, menghabiskan waktu di tengah laut sampai sinar matahari surut, menyeberangi selat berbahaya yang konon bak segitiga bermuda, bertemu para penggerak yang berbagi cerita bijak, dan merasakan keramahan lokal di balik jalan-jalan terjal. (more…)

Edmond Kirsch’s Presentation on The Origin of Life – from Dan Brown’s Book

Kirsch’s voice boomed down from the heavens. Hundreds of guests were reclined on blankets, gazing up into a dazzling sky of stars. Robert Langdon lay near the center of the field, caught up in the growing anticipation.

 

“Tonight, let us be children again,” Kirsch’s voice continued. “Let us lie out beneath the stars, with our minds wide open to all possibilities.” (more…)

Origin: An Opinion on Dan Brown’s Book

3 Oktober lalu Dan Brown ‒si novelis di balik fenomena The Da Vinci Code, menerbitkan buku terbarunya berjudul Origin. Dengan itu genap sudah penantian saya akan 3 launching besar di tahun 2017 ini, yang saya tunggu-tunggu sejak setahun yang lalu, bahkan lebih. Tiga peluncuran itu adalah Dunkirk[1], Tesla Model 3[2], dan Origin Dunkirk sudah saya tonton, Origin sudah saya baca, tapi Tesla Model 3 cukup saya lihat saja dari jauh, haha.

(more…)

Stoics – They Who Can Endure Anything in Life

There’s a chance you are having problems lately, or at some point in your life, that you think it was the worst part of your life. It can come in many ways; whether it was a broken heart, betrayals, family problems, financial problems, schools, works, friendships, relationships, or any failures that dragged your mental down. I want to let you know that you are not alone. Just like everybody else that was once had to deal with setbacks, it also came to me.

 

It was last year; (more…)

Minggu

Minggu pagi-pagi (27/08) saya sudah berangkat menuju Bogor sambil menenteng longboard yang saya bawa dari kantor Senbaw. Sebagian latar langit masih oranye ketika saya menuju stasiun, dengan matahari mulai naik dari balik gedung-gedung tinggi di daerah Kuningan. Satu lagi kebahagiaan yang agaknya tak terlalu mahal: jalanan Jakarta yang tidak macet, dan kereta yang tidak terlalu padat. (more…)

IndoneSWAG 2045

Menulis tentang Indonesia adalah satu hal yang tanpa saya sadari sudah berulang kali saya lakukan. Dari tugas bahasa Indonesia SD, esai kompetisi, beberapa naskah pidato, atau sekadar selingan blog. Nyatanya, esai pertama saya adalah tentang kemerdekaan Indonesia, yang saya tulis ketika kelas 4 SD dan masih ada wujudnya sampai sekarang. Esai itu, hingga tulisan-tulisan berikutnya tentang Indonesia semasa saya kuliah, jika dibariskan akan seperti gradasi yang menggambarkan sejauh mana saya memahami dan memaknai Indonesia. (more…)